Malam mingguku

Di depan pintu

Aku terduduk

Dengan hati yang pilu

Aku belum jua mengantuk

 

Kopi tak lagi hangat

Sebab ku biarkan angin

Merawat setiap kepulnya

 

Dibawah punarma

Dengan segala rasa

Aku katakan bahwa aku masih cinta

 

Di depan pintu

Aku termangut

Mengingat kata putus yang kau sebut
Ingin ku buang kelaut

Segala menyangkut akanmu

Agar tak ada lagi namamu disetiap denyut

Agar tak ada lagi rindu yang terpaut

Untukmu yang terkutuk

Senja Semu

B Arindra

Berdiri di balik pintu

Menanti hadirnya senja

Senja pembawa pilu

Berhias mega merah merekah

Entah mengapa

Aku selalu menantinya

Senja semu

Berbalut awan palsu

Hanya mampu membisu

Kau tahu

Kisah itu bak peluru

Menembus tepat di hatiku

Tak terasa air mataku

Jatuh bak hujan malam lalu

Tak ada tempat bersandar

Karena ku sadar

Tak ada yang bisa hilangkan gusar

View original post

Menulis

jika hatimu terluka
terimalah dengan lapang dada
jika hatimu teriris
kau tak perlu menangis
kau cukup menulis

maka menulislah
tuanglah segala keluh kesah
menulislah
dan tuangkan semua yang membuatmu resah

menulis
terus lah menulis
walau hati teriris
tetaplah menulis

tak perlu menangis
hingga tulisan itu menangis
melihat si penulis
tersenyum manis

khoirull anwar