Tanya

Pada cahaya yang redup, ada aku yang meratap peluk; Kasih adakah sedikit ruang yang belum kau tutup?

Antara ada dan tiada

Pada simpul senyummu, ada doaku yang menyeringai meminta restu orang tuamu. Pada simpul senyummu, ada harapku yang menyublim, mendikte menghadapi penolakanmu. Pada simpul senyummu, adakah tempatku mendistribusikan rindu untukmu ?

Durhakah (?)

Tapi, apakah tidak memajang foto kedua orang tua di medsos termasuk kekurang ajaran? Saya tidak! Sebab, setiap anak mempunyai alasan tersendiri perihal itu, entah itu menurutmu klise atau bukan. Jujur, saya selalu salut bahkan cenderung kagum kepada mereka yang dengan sesuka hatinya memajang foto kedua orang tuanya bahkan membuatkan puisi untuknya. Entah, aku yang pengecut, bajingan atau anak yang kurang ajar. Sebab menurutku, melihat wajah orang tua dengan aku keadaanku yang seperti ini saya tidak begitu sanggup pun dengan membuatkan puisi untuknya. Kata-kataku selalu mandek perihal mamak dan juga bapak. Mak, bila harapanmu tak dapat aku mewujudkan (karena semua kembali ke tuhan) tetap sebut namaku dalam doamu

Love

Cinta adalah tentang kebebasan berekspresi,
Cinta juga bukan semata tentang, tuntutan kesetiaan, melainkan tentang kemanusiaan, keagamaan dan kehewaniaan.
Dan yang terakhir, cinta adalah tentang pengendalian insting kehewanan yang ada pada setiap diri.

Adakah?

Diantara puing; hening melubuk
Mendengkur; bertafakur
Tak ada lagi jarak
Antara kepergian dan kepulangan
Hanya lebaran sepi juga kekosongan yang abadi
Diantara puing; hening melubuk
Masihkah aku Engkau peluk?— dengan acuhku, dengan ketidak pedulianku; akan setiap panggilan-Mu

Masihkah (?)

Diantara gelap gulita
Malam datang menghardik sesiapa
Kepada—Nya aku bertekuk
Mengharap ampun atas dosa yang tak bisa lagi dipeluk

Membengkak
Menggunung

Hati berteriak
Air mata menyeruak

Kepada pemilik semesta
Masihkah ada maaf untuk hamba (?)

Ode untuk sobat

Duka bertamu
Kau tergetak
Tak perlu kau biarkan air matamu beranak pinak; teman
Sedih secukupnya, bahagia seperlunya
Rapalkan alfatihah
Agar hatimu semakin tabah; ikhlas
Hingga air matamu minder untuk kembali berputar: mendera kedua bola matamu

Kau

Kau sudah terlalu jauh, sedang aku tak mungkin lagi merengkuh. Entah dengan cara apa, cara yang bagaimana, doa yang seperti apa agar tuhan kembali meruntuhkan keyakinanmu melupakanku. Teruntuk kau; gadis berkaca mata yang kabarnya kini entah; maafkanlah