Kemari lah

Duduk lah
Jangan risau
Biar ku siram hatimu yang keras itu
Dengan segelas kopi panas di pagi ini
Ku harap setelahnya, hatimu tak sekeras batu yang berjejer tegak di sungai sungai itu

Dan aku, bisa masuk ke hatimu, membersihkan puing puing yang hancur dihatam kerasnya kenyataan

Hai kau,,

Advertisements

Bisik tuhan

Semoga angin malam ini, bisiknya kembali menerpa telinga mungilku
Dan ku harap pada tuhan, bahwa bisiknya senang tiasa tentang cara untukku, kembali merangsak masuk kehatimu, kasih

Nyimak

Bahkan jariku terasa kaku, untuk mengetik pesan untukmu, kekasih

Mendoakanmu dalam diam
Mencintaimu lewat heningnya suasana malam

Bertahan dalam kepura puraan
Mengharapkanmu dalam kesepian

Sisa semalam

Bersamaan embun yang menetas dan jatuh tepat di beranda kamarmu pagi ini kasih

Ku kirimkan sisa sisa doa yang ku panjatkan semalaman
Tentang kau yang tak kunjung pulang ke dalam dekapan-ku

Dan salam pagi yang masih suci ku sertakan diantara suara suara muadzin yang melantukan ayat ayat tarkhim

Semoga pagimu tetap terjaga

He he

Terserah mau kau namai siapa aku ini, yang terpenting mengharap dan mencintaimu membuat senyum senyum kecil yang ku pendam kembali muncul ke permukaan. Kau sebut aku gila ? Terserahlah, suka suka anda saja
Yang terpenting, aku bisa terus tertawa dan sesekali bersenggama dengan bayang wajahmu yang masih saja semu