Isyarat

Tak ada yang lebih sederhana dari, Kedua bola mata yang saling tatap, dan kemudian saling mengisyaratkan, bahwa mereka ingin hidup di bawah satu atap yang sama, hingga maut yang menjadi pemisahnya

 

Ciganjur, 22-November-2017

 

Advertisements

Diambang senja

Terlihat mendung langit di atas sana,
Awan hitam berpadu mesrah dengan awan putih
Hingga lahirlah gerimis di penghujung hari,

Dari bilik jendela,
Kutatap tiap tetesnya,

Terlihat sakit
Dan ia tak bisa bangkit

Kasihan
Namun, ia tak bisa mengelak takdir yang sudah di gariskan

Hujan di penghujung senja,
Tangis menyeruak,
Mengingat dekap hangatmu tlah tiada

Kasih

 

Ciganjur, 21-November-2017

Beranak

Di waktu yang berbeda
Rinduku masih menuju ke singgah sana tempat kau berbahagia
Entah nantinya kau anggap ada atau tidak,
Setidaknya itulah rindu, yang sudah tak sanggup lagi ku buat jinak.

Dan kau, tetaplah berbahagia,
Walau rinduku terus beranak pinak

 

Ciganjur, 21-November-2017

Seperti itu

Sepanjang jalan
Selepas hujan
Lubang lubang
Yang terisi air hujan
Kembali berteriak pada langit
Bahwa ia ingin kembali di keringkan

Seperti halnya rindu yang menggebu
Ia terus menuntut pemiliknya untuk meminta temu dari yang di rindu

 

Bekasi, 18-November-2017

Hujan

Langit pun tahu
Bahwa ingatanku selalu tertuju padamu
Hingga ia turunkan gerimis
Tuk membasuh hatiku yang teriris, oleh kenyataan

Langit pun tahu,
Bahwa aku sedang rindu
Hingga ia turunkan hujan,
Untuk mewakilkan segala kesedihan

 

Bekasi, 18-November-2017

 

Senja-ku

Ku kayuh sepedaku
Menuju ke tempat persembunyianmu,
Agar pohon rimbun itu, menjadi saksi bawa aku sempat memiliki dan menikmati keindahan senyummu,
Sebelum kau pergi meninggalkanku, dan membiarkan aku duduk sendirian di pelataran malam

 

Ciganjur, 17-November-2017