Dimana aku

Ada sepi, ada sunyi, tapi aku tak pernah sampai padanya
Ada riuh, ada gemuruh. tapi, pinjak kakiku tak berada disitu
Dimana kah kini aku ? Hampa, kosong, semua terlihat begitu jelas. Gontai langkahku, terombang ambing hidupku
Ku cari hening
Hanya terdengar bising caci maki, puja dan puji yang terlontar dari rongga mulut manusia;

Riuh
Saling menyalahkan, saling menjatuhkan
Saling menghujat, saling mengfitnah seolah sudah menjadi trah; manusia
Hingga dengan mudahnya ia menganggap itu benar, itu salah. Kamu masuk surga, kamu masuk neraka. Tapi mereka lupa, bahwa hakim dari segala hukum adalah tuhan.

Anjing !
Bising; dimana hening, dimana sepi ?
Aku ingin sedikit menepi, berinstropeksi
Sebelum kembali melanjutkan ke titik selanjutnya
Dan menerima panggilan dari-Nya

Bosan aku disini
Dengan manusia yang tak lagi manusiawi
Dengan manusia yang ingin menang sendiri
Dengan manusia yang menjadi hakim bagi kebenaran yang bersifat non absolut

Dimana kedamaian ?

Ku cari hening
Namun, aku tak kunjung berjumpa
Ku berlari menuju sepi
Namun ia, malah berlari meninggalkan aku disini: sendiri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s