Manusiawi

tukang selfi, cekrek satu, cekrek dua;pala miring, menopang dagu,senyum dikit:ulangi cekrek lagi, lagi dan lagi. berharap dipuja sana sini. Halah, tai tidak pernah sesuai dengan ekspetasi. Ulagi lagi. Balada tukang selfi yang berlindung dibalik hak asasi. ini sajak tentang diri sendiri: Semoga dapat dinikmati meski dalam hati ” Hallah tai, maksudnya apaan si ” maaf, tukang selfi suudzon lagi, harap dimaklumi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s